Jadi Bagaimana?

asem kok ilang

Pada suatu ketika, statistik blog saya menunjukkan asal pencarian yang lumayan menggelikan. Seakan orang itu curhat kepada saya.

Tapi istilah pencarian itu juga setengah menampar saya. Saya juga memiliki pertanyaan yang sama. iya ya, mahal juga ya.

Selama perjalanan hidup saya ketika saya menjual nyawa saya pada ajang OSN, saya hanya membeli 3 textbook. Hanya 3, namun jika diuangkan setidaknya bisa beli 10 hero mobel lejen. Kayaknya mending maen mobel lejen daripada ikut lomba ginian.

Begitu pula dengan jurnal yang saya akses. Saya pernah melihat salah satu jurnal yang dipublish oleh Elsevier dan satu paper itu dipatok 20$. Saya paham bahwa tidak ada orang sebodoh itu untuk membeli paper eceran. Orang pasti berlangganan dengan tempo tertentu atau berlangganan secara kolektif seperti apa yang dilakukan oleh perpustakaan dan universitas.

Namun jangan kira harganya kemudian menjadi murah sekali. mahalnya harga langganan jurnal pernah dikeluhkan oleh universitas sekelas Harvard.

David Prosser, direktur eksekutif dari Research Libraries UK berkata:

Harvard has one of the richest libraries in the world. If Harvard can’t afford to purchase all the journals their researchers need, what hope do the rest of us have?

Dan oleh karena itulah situs situs penjebol paywall dan bajak-bajakan macam Library Genesis dan Sci-Hub didirikan.

Dalam Letter of Solidarity-nya, mereka mengatakan.

We have the means and methods to make knowledge accessible to everyone, with no economic barrier to access and at a much lower cost to society. But closed access’s monopoly over academic publishing, its spectacular profits and its central role in the allocation of academic prestige trump the public interest. Commercial publishers effectively impede open access, criminalize us, prosecute our heroes and heroines, and destroy our libraries, again and again.

Sebagai salah satu insan tidak bermodal dan pengabdi setia madzhab windows bajakan sejak zaman Windows 1995 tentu saya mengamini apa yang mereka katakan.

hahah.png

Jadi dalam ber-OSN ria tentu saya dengan riang gembira bajak sana sini. Buku saya dalam mempersiapkan OSN total berjumlah 3.736, 3.733 bajakan dan hanya 3 yang asli.

Tutor senior saya di Kampung Inggris Pare berkata:

Pembajakan itu mencerdaskan kehidupan bangsa, jadi jangan mau kalian ditipu sama Ratu Elizabeth (sambil menuding dan mengangkat buku Cambridge IELTS yang tentu saja bajakan)

Namun kemarin saya menemukan tulisan Nadirsyah Hosen yang membuat saya mendapat insight baru.

Jikalau ada yang shalat di atas sajadah curian, bagaimana hukumnya?

Walaupun tulisan itu tidak condong kepada pembahasan ini, namun saya kemudian berpikir.

Bagaimana hukum orang yang menuntut ilmu menggunakan buku bajakan? mengerjakan tugas dengan Microsoft Office bajakan?Berdosakah diri hambamu ini ya Tuhan?

Saya paham banyak orang beralasan bahwa orang membajak jurnal karena banyak publisher memberlakukan tarif dan kebijakan yang semena-mena terhadap para ilmuan.

“Scientists are all slaves to publishers”, sabda Adrian Sutton, fisikawan Imperial College London.

Namun dengan analogi yang sama, bolehkah kita merampok sebuah toko sport apparel hanya karena mereka menerapkan tarif yang tinggi dan melanggar hak hak buruh ketika memproduksi suatu produk?

 

 

 

 

 

 

 

Tuhan, hambamu yang goblok ini ingin bertanya.

Aku yakin banyak orang soleh solehah Windowsnya bajakan.

Aku yakin banyak orang rajin mendengarkan tausyiah lewat CD bajakan.

Aku yakin banyak orang cendekiawan pandai lewat fotokopian kitab tanpa izin.

Jadi Tuhan, dengan melihat keriweuhan yang ditawarkan oleh akhir zaman ini,

Kira kira bagaimana Tuhan? Soalnya kira-kira aku sudah membajak kerjaan orang dengan nominal lebih dari 4 milyar rupiah ya Tuhan.

 

 

Bolehkah setidaknya hambamu ini meminta agar passing-grade surga di turunkan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s